MOSKOW, NALAR.INFO — Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan perang Ukraina mulai “menuju akhir”, beberapa jam setelah ia menegaskan tekad Rusia untuk memenangkan konflik dalam peringatan Hari Kemenangan di Moskow yang digelar lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu waktu setempat, Putin mengatakan konflik Rusia-Ukraina masih menjadi persoalan serius, namun menurutnya situasi mengarah pada penyelesaian.
“Saya pikir persoalan ini sedang menuju akhir, tetapi ini masih masalah yang serius,” kata Putin, seperti dikutip The Guardian, Minggu (10/05).

Ia juga mengkritik dukungan negara-negara Barat terhadap Kyiv yang dinilai memperpanjang konflik. Menurut Putin, Barat gagal membuat Rusia runtuh meski telah menunggu kekalahan besar Moskow dalam perang.

“Mereka berharap Rusia mengalami kekalahan telak dan negara kami runtuh. Itu tidak terjadi,” tambah Putin.

Putin menyebut dirinya siap membahas arsitektur keamanan baru Eropa dan membuka peluang negosiasi dengan mantan Kanselir Jerman Gerhard Schröder sebagai mitra dialog pilihannya.

“Bagi saya pribadi, mantan kanselir Republik Federal Jerman, Tuan Schröder, lebih disukai,” kata Putin.

Pernyataan tersebut diperkirakan memicu skeptisisme di Eropa dan Ukraina mengingat kedekatan Schröder dengan Putin serta keterlibatannya dalam proyek energi Rusia seperti Nord Stream.

Putin juga mengatakan dirinya bersedia bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di negara ketiga, namun hanya setelah seluruh syarat perjanjian damai disepakati.

“Pertemuan itu harus menjadi titik akhir, bukan bagian dari negosiasi,” tegas Putin.

Sementara itu, gencatan senjata tiga hari yang diumumkan Rusia, Ukraina, dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai berlaku Sabtu. Namun kedua pihak saling menuding melakukan pelanggaran di tengah masih berlangsungnya serangan drone dan jatuhnya korban sipil.

Kremlin menyatakan tidak ada rencana memperpanjang gencatan senjata tersebut. Rusia dan Ukraina juga sepakat menukar masing-masing 1.000 tahanan perang selama masa jeda konflik berlangsung.

Di sisi lain, parade Hari Kemenangan Rusia tahun ini berlangsung jauh lebih kecil dibanding biasanya. Untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade, tidak ada kendaraan militer yang dipamerkan dan hanya sedikit pemimpin asing yang hadir.

Adapun Presiden Ukraina Zelenskyy memperingati Sabtu sebagai Hari Eropa dan menegaskan Ukraina merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Eropa.

“Sejak hari pertama perang skala penuh hingga hari ini, Eropa berdiri bersama Ukraina,” kata Zelenskyy.
Perang Rusia-Ukraina kini memasuki tahun kelima dan telah menewaskan ratusan ribu orang serta menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II.