LONDON, NALAR.INFO – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, pada Senin mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala pemerintahan setelah kekalahan telak Partai Buruh dalam pemilihan yang digelar pada Mei lalu memicu merosotnya dukungan dari internal partai.
Starmer mengatakan proses pemilihan kepemimpinan Partai Buruh untuk menentukan penggantinya akan dilaksanakan pada September mendatang.
Sebelumnya, Starmer beberapa kali menegaskan keinginannya untuk tetap memimpin pemerintahan. Namun, tekanan yang semakin kuat dari kalangan internal partai, termasuk sejumlah anggota kabinet, membuatnya akhirnya memutuskan untuk mundur.
Menurut laporan kantor berita Kyodo, keputusan tersebut diambil setelah meningkatnya desakan dari berbagai pihak di Partai Buruh agar dilakukan pergantian kepemimpinan menyusul hasil buruk yang diraih dalam pemilihan Mei lalu.
Starmer memastikan dirinya akan tetap menjabat sebagai Perdana Menteri Inggris hingga proses pemilihan pemimpin baru selesai dan transisi pemerintahan dapat berlangsung secara tertib.
“Saya akan meminta Komite Eksekutif Nasional Partai Buruh untuk menetapkan jadwal pendaftaran calon ketua dibuka pada 9 Juli dan selesai sebelum masa reses musim panas. Jika pemilihan itu berlangsung, maka akan dipastikan sudah ada ketua baru yang dilantik sebelum parlemen kembali bersidang pada September,” kata Starmer di Downing Street, London.
Sementara itu, kantor berita Anadolu melaporkan bahwa Starmer menjelaskan pengunduran dirinya merupakan respons atas keraguan yang muncul di internal Partai Buruh terkait kemampuannya memimpin partai pada pemilihan umum berikutnya.
“Saya sudah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawabannya dengan lapang dada,” ujar Starmer.
Dengan mundurnya Starmer, Partai Buruh kini bersiap memasuki proses pemilihan pemimpin baru yang akan menentukan arah partai sekaligus pemerintahan Inggris pada periode mendatang.

Jurnalis di Nalar, Media Berbasis Data, Argumen dan Nalar









