NALAR.INFO ─ Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Roberth Rouw, meminta Pemerintah Pusat dan PT Pelindo memastikan keberadaan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, tidak mematikan aktivitas operasional Pelabuhan Cirebon. Menurutnya, pelabuhan yang memiliki nilai sejarah tinggi tersebut harus tetap dipertahankan dan konektivitasnya dijaga.

Hal itu disampaikan Roberth usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Pelabuhan Cirebon, Kota Cirebon, Jawa Barat, Kamis (18/06).

“Pelabuhan ini kami minta untuk tetap dipertahankan karena pelabuhan ini menjadi kebanggaan, sejarah panjangnya tidak boleh terus hilang dengan kehadiran Pelabuhan Patimban,” ujarnya.

Legislator dari Daerah Pemilihan Papua Pegunungan itu menegaskan pentingnya pengaturan integrasi antarfasilitas logistik secara proporsional agar kedua pelabuhan dapat saling mendukung. Pelabuhan Cirebon diketahui memiliki sejarah panjang sebagai pintu masuk perdagangan internasional sejak era Kesultanan Cirebon dan kini dikelola oleh PT Pelindo.

Di sisi lain, pemerintah tengah menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Patimban yang diproyeksikan menjadi pelabuhan bertaraf internasional dengan dukungan teknologi bongkar muat modern. Kehadiran pelabuhan tersebut ditujukan untuk mengurangi kepadatan dan beban operasional Pelabuhan Tanjung Priok.

Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana, turut menyoroti pentingnya perencanaan yang matang agar fasilitas pelabuhan yang sudah ada tidak terbengkalai. Ia meminta kementerian terkait menyusun Rencana Strategis (Renstra) yang komprehensif mengenai masa depan Pelabuhan Cirebon setelah Pelabuhan Patimban beroperasi penuh.

“Pelabuhan Patimban itu pelabuhan besar yang pasti akan berpengaruh kepada Pelabuhan Cirebon. Sehingga kami menanyakan, bagaimana Renstra ke depannya saat Patimban sudah beroperasi penuh? Bagaimana kondisi Pelabuhan Cirebon?” kata Danang.

Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat daerah harus menjadi perhatian pemerintah pusat. Menurutnya, Pemerintah Kota Cirebon berharap pelabuhan bersejarah tersebut tetap beroperasi dan terus memberikan kontribusi bagi perekonomian masyarakat setempat.

Komisi V DPR RI pun mendorong agar pengembangan infrastruktur pelabuhan nasional dilakukan secara terintegrasi sehingga kehadiran Pelabuhan Patimban dapat memperkuat konektivitas logistik tanpa menghilangkan peran strategis Pelabuhan Cirebon yang telah menjadi bagian penting dari sejarah perdagangan Indonesia.