NALAR.INFO — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail anggaran bantuan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disebut mencapai sekitar Rp100 miliar.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai melaksanakan salat Idul Adha di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Rabu kemarin. Ia menegaskan belum memperoleh informasi terkait alokasi anggaran pengadaan sapi kurban tersebut.

“Saya nggak tahu masalah itu. Saya cek, saya nggak tahu,” ujar Purbaya kepada wartawan.

Purbaya kemudian meminta agar penjelasan lebih lanjut mengenai sumber dan penggunaan anggaran tersebut ditanyakan langsung kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Menurut dia, anggaran kemungkinan berasal dari kementerian tersebut.

“Tanya Mensesneg. Saya rasa si uang mereka sendiri,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyalurkan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban untuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di berbagai daerah di Indonesia.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro menjelaskan bahwa anggaran pengadaan sapi kurban Presiden bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pos bantuan kemasyarakatan Presiden.

“Jadi, sumber anggarannya dari APBN, ya, melalui anggaran bantuan Presiden, bantuan kemasyarakatan Presiden. Jadi, kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar, Rp100 miliar,” ujar Juri di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/05).

Pernyataan tersebut memunculkan perhatian publik lantaran nilai anggaran yang disebut mencapai ratusan miliar rupiah untuk pengadaan hewan kurban Presiden di seluruh Indonesia.