BOGOR, NALAR.INFO – Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak hanya berani memulai usaha, tetapi juga mampu mengelola keuangan secara tertib dan bertanggung jawab. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. bertema “Kewirausahaan dan Literasi Keuangan” di Hotel Duta Berlian, Dramaga, Kabupaten Bogor, Sabtu (01/08).

Kegiatan tersebut diikuti kurang lebih 100 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai kelompok UMKM di Kabupaten Bogor. Menurut Asep, Kabupaten Bogor memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kuliner, perdagangan, jasa, hingga ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut harus diikuti kemampuan membaca kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, memanfaatkan teknologi, serta menjalankan usaha secara disiplin.

“Usaha tidak harus langsung besar, tetapi sejak awal harus dibangun dengan cara yang benar. Pelaku usaha harus mengetahui siapa konsumennya, apa kebutuhan pasar, dan bagaimana menjaga kepercayaan pelanggan,” ujar politisi Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Jawa Barat V itu.

Legislator dari Partai NasDem tersebut menjelaskan, salah satu persoalan yang masih banyak dihadapi pelaku usaha adalah tercampurnya uang usaha dengan uang rumah tangga. Selain itu, sebagian pelaku usaha belum melakukan pencatatan keuangan dan belum dapat membedakan omzet, laba, serta uang kas yang tersedia.

“Omzet besar belum tentu berarti untung. Karena itu, setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat, uang usaha harus dipisahkan dari uang pribadi, dan penggunaan kredit harus benar-benar diarahkan untuk kebutuhan produktif,” katanya.

Salah satu peserta, Nana, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pengelolaan keuangan usaha setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan membantu peserta memahami pentingnya memisahkan uang usaha dan uang pribadi, mencatat setiap transaksi, serta mengatur penggunaan keuntungan agar usaha dapat berkembang lebih terarah.

Asep menilai BTN mempunyai peran strategis dalam mendukung pengembangan usaha masyarakat melalui layanan transaksi, pembiayaan, digitalisasi, dan literasi keuangan. Ia berharap kegiatan tersebut mendorong masyarakat membangun usaha yang lebih sehat, mandiri, dan berkelanjutan.

“Wirausaha mengajarkan masyarakat menghasilkan nilai ekonomi, sedangkan literasi keuangan memastikan nilai tersebut dapat dikelola dan dikembangkan,” pungkasnya.