NALAR.INFO – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan dunia saat ini tengah menghadapi eskalasi konflik geopolitik yang semakin mengkhawatirkan, termasuk meningkatnya perlombaan kepemilikan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah. Di tengah situasi tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya persatuan elite nasional serta memperkuat fondasi ekonomi melalui ketahanan pangan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta asosiasi pengusaha dari seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/07).
Menurut Prabowo, perkembangan situasi internasional menunjukkan meningkatnya ketegangan yang harus menjadi perhatian semua pihak.
“Tiap sore tiap malam kita lihat dalam berita-berita eskalasi, eskalasi, eskalasi. Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir,” ujar Prabowo.
Presiden menilai konflik yang berkepanjangan di Timur Tengah tidak terlepas dari besarnya sumber daya alam strategis yang dimiliki kawasan tersebut, seperti minyak, gas, dan berbagai mineral penting.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi bukti bahwa praktik divide et impera atau politik adu domba masih berlangsung dalam dinamika geopolitik global.
“Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ. Divide Et Impera itu bukan tulisan di buku-buku sejarah. Itu nyata,” kata Prabowo.
Elite Bangsa Diminta Bersatu
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa keberhasilan suatu negara sangat bergantung pada kemampuan para elite untuk bekerja sama.
Ia menjelaskan, yang dimaksud elite bukan hanya kalangan politik, melainkan seluruh unsur pimpinan bangsa, mulai dari pelaku ekonomi, akademisi, tokoh agama, budayawan, pelaku seni, hingga kalangan buruh dan produsen.
“Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal, elitnya ribut,” tegas Prabowo.
Menurutnya, sejarah peradaban dunia menunjukkan tidak ada negara yang mampu mencapai kemajuan apabila para pemimpinnya terus terjebak dalam konflik berkepanjangan.
Prabowo menilai pembangunan nasional merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Ekonomi tidak bisa dipisahkan dari politik, budaya, bahkan agama. Pembangunan bangsa adalah pembangunan lintas sektor,” ujarnya.
Ia pun mengaku bersyukur melihat semangat kolaborasi yang ditunjukkan berbagai elemen bangsa sejak awal pemerintahannya.
Klaim Indonesia Capai Swasembada Pangan
Selain menyinggung kondisi geopolitik dunia, Prabowo juga menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai ketahanan hingga swasembada pangan dalam waktu yang relatif singkat.
Menurutnya, pangan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan sebuah negara.
“Alhamdulillah kita sudah capai dalam waktu yang singkat, ketahanan pangan, swasembada pangan,” kata Prabowo.
Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu mengelola sektor pangan secara mandiri, meski sebelumnya banyak pihak meragukan pencapaian tersebut.
“Di luar dugaan banyak orang. Bahkan banyak yang tidak percaya sampai sekarang, tetapi Alhamdulillah ini adalah hasil nyata. Ini yang membuat kita percaya diri,” ujarnya.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terjamin dalam berbagai kondisi.
“Apa pun terjadi kita yakin kita bisa jamin makan untuk bangsa Indonesia,” katanya.
Presiden menambahkan bahwa pencapaian swasembada pangan merupakan prestasi penting karena Indonesia telah puluhan tahun tidak berada dalam kondisi tersebut.
Menurutnya, keberhasilan itu menjadi modal strategis untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan keamanan global.
Dengan kondisi dunia yang semakin dinamis, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan dunia usaha, untuk terus menjaga persatuan dan bekerja sama demi mempercepat pembangunan nasional serta memperkuat daya tahan Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.

Jurnalis di Nalar, Media Berbasis Data, Argumen dan Nalar









