DENPASAR, NALAR.INFO – Konsul Jenderal Jepang di Denpasar, Bali, Miyakawa Katsutoshi menyebut Indonesia menjadi salah satu penggerak utama pertukaran budaya Indonesia-Jepang. Hal itu ditunjukkan dengan tingginya minat generasi muda Indonesia mempelajari bahasa Jepang.

“Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbanyak kedua di dunia,” kata Miyakawa di sela sosialisasi pembelajaran bahasa Jepang di Denpasar, Bali, Selasa (21/07).

Menurut Miyakawa, Bali menjadi salah satu daerah dengan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran bahasa Jepang. Ketertarikan generasi muda mempelajari bahasa Negeri Sakura didorong oleh berbagai faktor, mulai dari budaya populer, peluang karier, hingga keinginan melanjutkan pendidikan ke Jepang.

Ia mengungkapkan, saat ini sekitar 7.000 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Jepang dan jumlah tersebut terus mengalami peningkatan.

Selain itu, lebih dari 150 SMA dan SMK di Bali telah menjadikan bahasa Jepang sebagai salah satu mata pelajaran bahasa asing pilihan.

Miyakawa menilai pembelajaran bahasa Jepang tidak hanya meningkatkan kemampuan berbahasa, tetapi juga membuka peluang karier, salah satunya melalui program magang kerja ke Jepang.

Ia menyebut pada November 2025 sekitar 2.000 peserta diberangkatkan ke Jepang melalui program magang tersebut.

“Bahasa Jepang di sekolah-sekolah Bali bukan sekadar penguasaan tata bahasa, tetapi menjadi jembatan untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Jepang,” ujarnya.

Perkuat Persahabatan Indonesia-Jepang

Direktur Jenderal The Japan Foundation, Inami Kazumi, mengatakan pembelajaran bahasa Jepang di tingkat sekolah menengah, termasuk Madrasah Aliyah (MA), memiliki manfaat jangka panjang dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

“Kami melihat efek jangka panjang yaitu persahabatan antarkedua bangsa. Belajar bahasa asing itu tidak hanya sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi sekaligus mempelajari budayanya juga,” kata Inami.

Berdasarkan survei The Japan Foundation pada 2024, jumlah pembelajar bahasa Jepang di Indonesia diperkirakan mencapai 700 ribu orang, menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pembelajar bahasa Jepang terbesar kedua di dunia setelah China.

Untuk mendukung pembelajaran tersebut, The Japan Foundation menjalankan program Nihongo Partners bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI sejak 2014 serta Kementerian Agama RI sejak 2023.

Hingga kini, secara kumulatif telah dikirim sekitar 1.000 penutur asli bahasa Jepang ke Indonesia.

“Di Bali secara rutin kami mengirim tujuh hingga delapan orang dan di seluruh Indonesia hampir 120 orang mitra,” ujar Inami.

Guru Nilai Antusiasme Siswa Terus Meningkat

Sosialisasi pembelajaran bahasa Jepang itu diikuti puluhan guru dan kepala sekolah dari 65 sekolah di Bali, baik yang telah maupun yang belum membuka pembelajaran bahasa Jepang.

Kepala SMA Negeri 8 Denpasar, I Wayan Sucipta, mengatakan sekolahnya sejak 2015 secara rutin menerima satu orang penutur asli Jepang untuk mendampingi guru bahasa Jepang selama enam bulan.

Menurutnya, kehadiran penutur asli membuat siswa lebih antusias mempelajari bahasa dan budaya Jepang.

“Dengan cara itu anak-anak kami antusias belajar bahasa dan budaya Jepang. Mereka juga senang karena menambah kompetensi bahasa asing sehingga membuka wawasan dan peluang kerja,” kata Sucipta.

Melalui berbagai program kerja sama pendidikan tersebut, pemerintah Jepang berharap hubungan Indonesia dan Jepang semakin erat, sekaligus memperluas kesempatan generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan dan karier di tingkat internasional.