NALAR.INFO – Anggota Komisi XI DPR RI, Andi Yuliani Paris, menegaskan pentingnya pemberian Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI). Menurutnya, tambahan modal tersebut sangat dibutuhkan mengingat peran strategis PELNI dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, khususnya di kawasan Indonesia Timur.

“Penyertaan modal ini penting kita berikan sehingga masyarakat-masyarakat di Indonesia Timur bisa melakukan, terutama distribusi barang, juga melalui PELNI,” ujar Andi Yuliani saat diwawancarai di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/06).

Sebagai wakil rakyat dari Indonesia Timur, Andi Yuliani mengaku merasakan langsung besarnya manfaat layanan PELNI yang memiliki jaringan pelayaran luas. Armada kapal PELNI dinilai menjadi salah satu penggerak utama aktivitas ekonomi dan perdagangan antarwilayah.

Ia menjelaskan, rute pelayaran PELNI menghubungkan berbagai daerah mulai dari Makassar, Jakarta, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua hingga Maluku. Konektivitas tersebut dinilai berkontribusi dalam meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat melalui distribusi barang dari pusat ke kawasan timur Indonesia.

“PELNI melayani dari Makassar ke Jakarta, ke Kalimantan, ke NTT, ke Papua, ke Maluku. Ini akan meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat, perdagangan barang dari Jakarta ke daerah-daerah Indonesia Timur,” katanya.

Selain mendukung distribusi logistik, Andi Yuliani menilai layanan PELNI juga menjadi alternatif transportasi yang lebih terjangkau bagi masyarakat. Kehadiran kapal penumpang PELNI memberikan pilihan moda transportasi bagi warga yang tidak mampu membeli tiket pesawat.

“Selain itu, untuk angkutan penumpang yang lebih murah. Ketika mereka tidak bisa membeli tiket pesawat, ada alternatif lain. Nah, tentu negara harus hadir di situ,” ungkapnya.

Politisi tersebut berharap PMN yang diberikan kepada PELNI dapat menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memperluas akses masyarakat terhadap sumber-sumber produksi serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, termasuk Papua.

“Hadir untuk apa? Untuk memberikan pelayanan. Pelayanan untuk apa? Untuk meningkatkan kegiatan masyarakat, meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber-sumber produksi. Halnya dari Papua yang bisa melakukan usaha perdagangan melalui barang-barang yang diambil dari Jakarta, itu bisa melalui PELNI,” pungkasnya.