NALAR.INFO – Upaya pemulihan lingkungan dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) oleh PTPN Nusantara IV Distrik Jawa Barat Banten dengan menebar ribuan benih ikan di Sungai Cikalong yang mengalir hingga Sungai Cidurian, Jumat (09/05). Kegiatan tersebut menjadi simbol kebangkitan ekosistem sungai setelah sempat tercemar akibat insiden limbah pada April lalu.

Kegiatan berlangsung di Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, dan Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg. Puluhan warga, tokoh masyarakat, aparat TNI-Polri, organisasi kepemudaan hingga pemerintah desa turut hadir dalam aksi pemulihan lingkungan tersebut.

Manager PKS Cikasungka, Alfi Andrianto, mengakui adanya insiden pencemaran limbah yang terjadi pada 16 April lalu. Ia menyebut penebaran benih ikan menjadi bentuk tanggung jawab perusahaan untuk memulihkan ekosistem sungai yang terdampak.

“Hari ini kami berupaya menebus kesalahan itu dengan menebar 5.000 ikan nila dan 5.000 ikan tawes,” ujar Alfi di hadapan masyarakat.

Menurutnya, langkah tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlangsungan lingkungan hidup dan kehidupan masyarakat sekitar sungai.

“Pemulihan sungai tidak cukup hanya dengan permintaan maaf. Kami ingin hadir dengan aksi nyata agar Sungai Cikalong dan Cidurian kembali hidup,” katanya.

Staff Ahli Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi NasDem, Iksan, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh atas pencemaran yang terjadi. Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) permanen sebagai solusi jangka panjang.

“Semoga ini jadi yang terakhir kalinya,” tegas Iksan.

Ia mengingatkan bahwa sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat yang harus dijaga bersama.

“Sungai adalah nadi kehidupan masyarakat. Ketika sungai tercemar, yang terluka bukan hanya lingkungan, tetapi juga kehidupan warga di sekitarnya,” ujarnya.

Kegiatan penebaran benih ikan turut melibatkan Koramil, Polsek, Satgas Lingkungan, Karang Taruna, KNI Jasinga serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran berbagai pihak itu mencerminkan semangat gotong royong dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Tokoh masyarakat setempat menyebut penebaran benih ikan menjadi harapan baru bagi warga yang selama ini menggantungkan kehidupan dari keberadaan sungai.

“Dulu sungai ini memberi kehidupan, sempat terluka karena pencemaran, dan hari ini kita bersama-sama mencoba menghidupkannya kembali,” ujar salah satu warga.

Melalui program TJSL tersebut, Sungai Cikalong dan Cidurian diharapkan dapat kembali menjadi sumber kehidupan, sekaligus pengingat pentingnya menjaga keseimbangan alam secara bersama-sama.