Manokwari Selatan, NALAR.INFO – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sistem digital untuk membantu masyarakat di kawasan transmigrasi Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, mengajukan dokumen administrasi kependudukan melalui telepon seluler.

Ketua TEP ITS Yogantara Setya Dharmawan mengatakan sistem tersebut dikembangkan untuk mengatasi kendala jarak dan akses masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan.

“Kami melihat masyarakat tidak seharusnya selalu menempuh perjalanan jauh hanya untuk memulai pengurusan dokumen kependudukan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan sistem yang sederhana dan mudah diakses melalui telepon seluler, sehingga teknologi dapat membantu mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat,” kata Yogantara dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, sistem tersebut dirancang untuk mendukung Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Manokwari Selatan dalam memperluas jangkauan pelayanan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.

Melalui sistem digital tersebut, warga nantinya dapat menyampaikan pengajuan kebutuhan administrasi kependudukan lebih awal tanpa harus terlebih dahulu datang ke kantor Disdukcapil.

Inovasi itu merupakan bagian dari kegiatan TEP di kawasan transmigrasi melalui riset bertema “Digitalisasi Kelembagaan Organisasi Non-Profit di Kawasan Transmigrasi Ransiki.”

Yogantara menegaskan digitalisasi tersebut tidak dimaksudkan untuk menggantikan petugas pelayanan, tetapi mendukung pola pelayanan jemput bola.

“Digitalisasi ini bukan dimaksudkan untuk menggantikan petugas pelayanan. Justru sebaliknya, sistem tersebut dirancang untuk memperkuat pola jemput bola,” ujarnya.

Ia menjelaskan data pengajuan dari masyarakat dapat membantu pemerintah mengetahui kebutuhan administrasi kependudukan lebih awal. Dengan demikian, petugas dapat mempersiapkan pelayanan sebelum mendatangi kampung atau wilayah yang jauh dari pusat pelayanan.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Papua Barat 2025–2029, pada 2024 terdapat 53 kampung/kelurahan di Kabupaten Manokwari Selatan yang menerima sinyal internet telepon seluler.

Dari jumlah tersebut, 33 kampung/kelurahan menerima jaringan 4G/LTE, 12 menerima jaringan 3G/H+/EVDO, dan delapan lainnya menerima jaringan 2,5G/E/GPRS.

Libatkan Perguruan Tinggi

Kementerian Transmigrasi pada 30 Juli 2026 melepas 1.476 peserta TEP yang tergabung dalam 246 tim untuk bertugas di 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia.

Sebanyak 53 lokasi tersebut merupakan bagian dari 154 kawasan transmigrasi prioritas yang sebelumnya telah dikunjungi dan dipetakan melalui pelaksanaan TEP 2025.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan keterlibatan perguruan tinggi melalui TEP diarahkan agar ilmu pengetahuan dan inovasi dapat digunakan untuk menjawab persoalan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Kami ingin ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di kampus atau dalam laporan penelitian, tetapi hadir menjawab persoalan masyarakat. Kalau warga yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan bisa mendapatkan akses pelayanan yang lebih mudah melalui teknologi, maka itulah manfaat nyata yang ingin kita hadirkan,” ujar Iftitah.

Menurut Iftitah, transformasi transmigrasi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi.

Ia menambahkan pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat perlu bekerja sama agar inovasi yang dikembangkan dapat sesuai dengan kebutuhan pembangunan di kawasan transmigrasi.