NALAR.INFO — Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum merespons pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) mengalami keterpurukan karena dipimpin alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Anas, yang pernah menjabat Ketua Umum Pengurus Besar HMI periode 1997-1999, menyampaikan respons tersebut melalui akun X miliknya pada Minggu (30/8). Dalam unggahannya, Anas turut menandai akun X Cak Imin.
Anas menilai Cak Imin seolah kehabisan pilihan kata ketika menyampaikan pandangannya mengenai kondisi NU.
“Kok kayak kekurangan kosa kalimat aja sampeyan @cakimiNOW,” tulis Anas.
Anas kemudian menyinggung kapasitas Cak Imin sebagai politisi, aktivis, dan pemimpin. Menurut dia, Cak Imin memiliki pengalaman dan kemampuan dalam berbagai bidang.
“Padahal sampeyan dikenal punya kelebihan dalam hampir semua hal. Politisi aktivis dan pemimpin yang lengkap kap,” kata Anas.
Anas tidak melanjutkan perdebatan mengenai substansi pernyataan tersebut. Dia justru menutup unggahannya dengan doa serta pesan persahabatan kepada Cak Imin.
“Sehat, waras dan sukses terus ya, Cak. Salam paseduluran,” tulis Anas.
Pernyataan Cak Imin soal NU
Sebelumnya, Cak Imin menyoroti kondisi NU dalam lima tahun terakhir. Dia menilai organisasi kemasyarakatan Islam tersebut mengalami keterpurukan.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin dalam acara bedah buku *Dari Pergerakan Menuju Kepemimpinan: Jejak Langkah Alumni PMII di Panggung Politik, Akademik, dan Kemasyarakatan* di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8).
Dalam acara tersebut, Cak Imin menyampaikan penilaiannya mengenai kondisi NU.
“NU harus kita akui jujur terpuruk,” kata Cak Imin.
Cak Imin kemudian mengaitkan kondisi tersebut dengan faktor kepemimpinan, termasuk latar belakang organisasi pemimpin NU.
“Yang jelas terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI, kira-kira begitulah,” ujar Cak Imin sambil tertawa.
Pernyataan Cak Imin tersebut kemudian mendapat respons dari Anas Urbaningrum melalui media sosial X.
Anas memilih menanggapi pernyataan tersebut dengan nada bersahabat dan tidak memperpanjang perdebatan mengenai substansi kondisi NU.

Jurnalis di Nalar, Media Berbasis Data, Argumen dan Nalar









