BATAM, NALAR.INFO – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menilai Kota Batam semakin layak menjadi motor investasi nasional setelah mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,76 persen pada 2025. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau.
Wakil Ketua Banggar DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi Batam di tengah perlambatan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya persaingan antar-kawasan ekonomi di Asia Tenggara.
“Pada tahun 2025, ekonomi Batam tumbuh sebesar 6,76 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada pada level 5,11 persen. Bahkan menjadi yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau,” ujar Syarief saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Banggar DPR RI di Kota Batam, Kepulauan Riau, Jumat (03/07).
Selain pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Batam juga mencatat realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025. Nilai tersebut melampaui target yang telah ditetapkan dan dinilai menjadi indikator meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Batam.
“Di tengah perlambatan ekonomi dunia, ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya persaingan antar-kawasan ekonomi di Asia Tenggara, Batam justru menunjukkan performa yang sangat menggembirakan,” kata legislator dari Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I tersebut.
Menurut Syarief, Batam memiliki sejumlah keunggulan strategis yang menjadi daya tarik utama bagi investor. Keunggulan tersebut meliputi letaknya yang berada di jalur perdagangan internasional, status sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB), basis industri manufaktur yang kuat, konektivitas logistik yang memadai, serta akses langsung ke pasar global.
Ia menilai berbagai keunggulan itu perlu terus diperkuat agar Batam mampu menjalankan perannya sebagai penggerak investasi, ekspor, industri, dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam kunjungan tersebut, Banggar DPR RI juga memberikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan di Batam, mulai dari Pemerintah Kota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, hingga Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai wilayah Kepulauan Riau yang dinilai berhasil menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Badan Anggaran DPR RI memberikan apresiasi atas kinerja Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai di wilayah Kepulauan Riau atas keberhasilannya mencapai target penerimaan negara,” ujar Syarief.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi di Batam mampu dikonversi menjadi penerimaan negara yang optimal. Dengan tren pertumbuhan ekonomi dan investasi yang terus meningkat, Banggar DPR RI optimistis Batam akan semakin berperan sebagai salah satu pusat investasi dan industri nasional yang mampu memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di kawasan.

Jurnalis di Nalar, Media Berbasis Data, Argumen dan Nalar









