Ilmuwan mengungkap bahwa sekitar 700 juta tahun lalu, Bumi mengalami periode ekstrem. Periode ini disebut “Snowball Earth” (Bumi Bola Salju), ketika hampir seluruh permukaan planet tertutup es dan lautan sangat dingin.
Melalui analisis batuan dasar laut purba, para peneliti memperkirakan suhu laut saat itu sekitar –15 °C (sekitar 5 °F), jauh lebih dingin dibandingkan suhu laut terdingin saat ini. Lautan saat itu juga diperkirakan memiliki kadar garam lebih dari empat kali lipat dari sekarang, sehingga air laut tetap cair meskipun sangat dingin.
Penelitian ini memunculkan pertanyaan penting: bagaimana organisme seperti mikroba, fitoplankton, alga, atau spons mampu bertahan di kondisi sedemikian ekstrem. Para ilmuwan mengusulkan beberapa kemungkinan bertahan hidupnya kehidupan, misalnya melalui adaptasi ekstrem, keberadaan di ventilasi hidrotermal laut, atau di kolam lelehan di permukaan es yang mirip dengan ekosistem ekstrem di Antartika saat ini.

Editor Nalar, sebuah media yang berfokus pada kekuatan data, ketajaman argumen, dan kejernihan nalar.








