Amerika Serikat bisa kembali menuju shutdown pemerintahan federal, yaitu keadaan di mana sejumlah lembaga pemerintah harus ditutup karena Kongres gagal mengesahkan undang-undang pendanaan baru. Pada awalnya, tampaknya tenggat waktu hari Jumat untuk menyetujui paket pendanaan baru akan dilalui tanpa masalah besar. Namun situasi berubah tajam — terutama setelah kematian seorang warga AS bernama Alex Pretti akibat tembakan oleh agen imigrasi federal di Minneapolis, Minnesota.
Kematian Pretti — yang terjadi beberapa hari setelah tembakan fatal terhadap Renée Good, seorang warga AS lainnya, oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) pada awal Januari — telah memicu kemarahan publik dan perubahan sikap di antara sejumlah senator Demokrat.
Para senator Demokrat kini bersikeras tidak akan menyetujui peningkatan pendanaan untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) — yang menaungi ICE dan Customs and Border Protection (CBP) — kecuali disetujui perubahan yang menetapkan guardrails atau batasan jelas terhadap penggunaan kekuatan oleh agen. Ini menciptakan kebuntuan di Senat karena para pemimpin Republik membutuhkan dukungan bipartisan untuk mencapai syarat 60 suara demi mengesahkan paket pendanaan yang lebih besar.
Dalam legislasi tersebut, terdapat enam RUU terpisah yang mencakup pendanaan untuk berbagai departemen seperti Pertahanan, Kesehatan, Pendidikan, Transportasi, Perumahan dan Perkotaan, serta Treasury — termasuk DHS. Tanpa persetujuan pendanaan untuk DHS, layanan tidak esensial di departemen lain akan terganggu, dan pemerintah kemungkinan akan memasuki fase shutdown parsial.
Sebelumnya, pendanaan DHS sudah meningkat dibandingkan tahun lalu, dengan anggaran jutaan dolar tambahan untuk penahanan dan operasi penegakan imigrasi, termasuk anggaran besar untuk ICE dari undang-undang besar yang disahkan sebelumnya.
Perubahan sikap Demokrat mencerminkan reaksi terhadap apa yang dikritik sebagai penegakan imigrasi yang agresif dan kekerasan oleh agen federal, khususnya fatalitas terhadap warga sipil tanpa senjata. Beberapa Demokrat yang sebelumnya mendukung paket pendanaan kini menyatakan akan menentangnya kecuali reformasi imigrasi dilakukan.

Editor Nalar, sebuah media yang berfokus pada kekuatan data, ketajaman argumen, dan kejernihan nalar.








